2017 Adalah Tahun Ketujuh Puluh, Mendekatnya Kerajaan Allah Ke Bumi

AA934C543

(Available in English)

oleh James Bailey

Disebuah artikel yang di post oleh Neville Johnson Mei 2017, Nabi
Sadhu Sundar Selvaraj membagikan nubuatan yang telah diterima dari
Tuhan mengenai 2017.

Pada 10 Desember 2016, saya (Sadhu) sedang menantikan Tuhan dalam sebuah penglihatan terlihat angka 70. Tuhan Yesus kemudian mengatakan kepada saya “Lihatlah angka ini 70. Pada tahun yang baru, 2017, adalah tahun yang ke 70″

Saya merenungkan tentang penglihatan ini dan terkejut akan apa artinya angka 70. Roh Kudus kemudian mengatakan: ” Ini artinya adalah Tahun Pemutaran Balik.”

Saya merenungkan lebih lanjut lagi: Apa artinya pemutaran balik? Diberkatilah Roh Kudus yang menjelaskan seperti demikian: “Ketika pesawat terbang akan berangkat. Pesawat akan keluar dari gerbang dimana ia sedang parkir di terminal. Pesawat tersebut akan mencapai jalur terbang, kemudian berputar balik dan menempatkan dirinya di jalur terbang untuk lepas landas. Itulah arti dari tahun ‘pemutaran balik. Hal hal akan terjadi dan siap untuk lepas landas.”

Siapa yang berputar balik dan bersiap untuk lepas landas? bukanlah untuk orang orang fasik, ataupun gereja palsu, tetapi mereka adalah umat kudus. Saya melihat orang orang kudus bangkit dalam sebuah mimpi tahun lalu. Saya melihat mereka berjalan dalam hadirat Tuhan begitu kuat yang tidak pernah saya lihat sebelumnya, dan dari seruan hati mereka yang selalu ingin bersama dengan Dia dalam setiap pikiran, perkataan dan perbuatan. Mereka mencari dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya dan berbagai hal ajaib ditambahkan kepada mereka (Matius 6:33)

angels

Sundar memberikan konfirmasi tentang apa yang saya lihat dengan pengertiannya:

” Sesudah itu sampailah mereka di Elim; di sana ada dua belas mata air dan tujuh puluh pohon palem, lalu berkemahlah mereka di sana di tepi air itu. (Keluaran 15:27)

Dalam istilah Alkitabiah, pohon palem menandakan kebenaran. Juga menjunjung kebenaran (Yeremia 10:5). Kemudian Alkitab mengatakan kalah Allah telah memilih 70 panatua Israel untuk datang kepada Dia di Gunung Sinai (Keluaran 24:1,9). 70 Panatua ini juga telah dipenuhi dengan Roh Kudus dan bernubuat (Bilangan 11:16-25).

Jika disatukan, ini artinya akan ada bangkitnya para pelayan pelayan baru – para pemimpin gereja yang benar. Para pemimpin ini juga akan dipenuhi dengan pengurapan akhir zaman dan akan bernubuat (Yoel 2:28; Kisah 2:27)

Angkatan baru ini akan bangkit dan tidak akan serong ke kanan atau pun ke kiri. Mereka akan seperti pohon palem. Tegak lurus dengan jalannya bersama Tuhan. Hati mereka, pikiran dan perbuatan akan penuh dengan kebenaran. Tidak akan ada sedikitpun yang berupa penipuan ada di dalam mereka. Mata mereka akan selalu lurus memandang Tuhan Allah. Mata mereka tidak terlihat jahat. Mereka tidak bergosip. Bibir mereka tidak akan berbicara hal hal yang tidak pantas.

Bukan itu saja, 70 para tua tua Israel juga bertemu dengan Tuhan Allah di Gunung Sinai. Tetapi pada pemuka pemuka Israel, Dia tidak mengulurkan tangan-Nya. Jadi mereka memandang Allah kemudian makan dan minum (Keluaran 24:11)

Kita semua tentu iri dengan 70 para tua tua Israel dapat makan bersama dengan Allah. Alkitab bahasa Ibrani mengatakan kalau mereka minum anggur bersama dengan Allah. Kata anggur dalam Ibrani adalah yayin. Dalam bahasa Ibrani setiap kata gematria ada angkanya. Sangat luar biasa kalau yayin memiliki angka gematria 70. Apa ini artinya? Ini adalah tahun untuk naik – secara rohani untuk bertemu dengan Allah. Ketika ini terjadi, kau akan diundang untuk makan bersama dengan Tuhan (Wahyu 3:20)

shutterstock_122077441-1140x760

Semua para penginjil dan para pelayan Tuhan yang masih muda: sekarang adalah waktunya kalian untuk naik ke atas kuda. Saatnya kalian naik ke level yang berikutnya. Janganlah hanya duduk diam ditingkat rohanimu saat ini. Kau harus memanjat naik ke level yang berikutnya dalam hubunganmu bersama dengan Tuhan. Semua pekerjaanmu kepada Tuhan dan perjalananmu harus naik satu level lagi lebih tinggi. Ketika kau melakukannya, maka tangan Tuhan akan terulur kepadamu dan memberikaknmu roti dan anggur.

Tuhan akan datang kepadamu: ‘Datanglah, raih tangan-KU dan marilah naik ke tingkat yang berikutnya. Jangan terus diam di tingkat ini lagi.’

Minggu lalu, saya mengatakan tentang nubuatan akan pencurahan hadirat Allah yang akan datang di tahun 2020. Saya percaya tentang apa yang akan terjadi dan apa yang saya lihat di dalam mimpi, tetapi semuanya bukanlah kebetulan atau kedaulatan dari Allah. Itu datang karena orang orang kudus lebih merindukan Surga, menrindukan Dia, mencari Dia di atas apapun yang dunia ini bisa berikan. Jadi kita bukan menantikan Tuhan untuk datang kepada kita. Dia sedang menantikan kita untuk datang kepada Dia.

Apa yang Sadhu lihat datang di 2017 dengan pesawat yang berputar balik dan siap lepas landas adalah apa yang harus terjadi untuk terjadinya pencurahan besar besaran di 2020. Suatu gerakan harus terjadi, perputaran balik, tingkat kerinduan yang luar biasa untuk benar di hadapan Allah, pewahyuan di dalam hidup kita dimana kita harus berubah, pembaharuan akan jalan jalan kita yang salah, yang akan membawa kita ke dalam pertobatan dan membawa kita dalam kebenaran.

Saya percaya kita akan lebih banyak lagi mendengar akan kebenaran dalam waktu dekat. Artikel Sadhu memberikan konfirmasi akan hal ini melalui pesan daripada Allah yang dia dapatkan.

“Saya (Sadhu) sangat bingung apa artinya angka 70. Jadi saya berdoa pada malam hari “Tuhan, apa artinya angka 70?” Kemudian pada malam hari Firman Tuhan datang kepada saya dan berbicara, “Penyelesaian akan kepenuhan.” artinya adalah kesempurnaan rohani akan terjadi sepenuhnya. Juga menandakan: Masa penghakiman.

Waktunya sekarang tiba.’ Tuhan dengan tegas memerintah kepada saya. ‘untuk Injil Kerajaan diberitakan.’ Juga untuk mengumumkan datangnya Kerajaan Allah dengan kuasa untuk menghakimi (Yudas 14-16). Tuhan Yesus mengatakan ketika injil kerajaan diberitakan, maka akhirnya akan tiba (Matius 24:14). Itulah tandanya- penyelesaian akan kepenuhan, yang akan terjadi sebelum kedatangan Raja Yesus Kristus.

Firman Tuhan datang kepada saya awal tahun ini, ‘Hari hari akhir kasih karunia sedang menuju hari hari akhir zaman.’ Seperti hari hari taurat berakhir kemudian Tuhan Yesus datang menuju hari hari kasih karunia (Matius 11:13, Lukas 16:16, Yohanes 1:17). Demikianlah hari hari kasih karunia berakhir menuju hari hari terakhir (Ibrani 1:2)

Ketika Tuhan Yesus mengatakan kalau waktunya sudah tiba untuk memberitakan Injil Kerajaan, jujur, saya gemetar ketakutan. Karena itulah tanda terakhir sebelum semuanya berakhir. Menariknya, Tuhan Yesus Kristus juga mengutus 70 murid muridnya untuk memberitakan Injil Kerajaan dengan kuasa (Lukas 10:1). Jadi apakah itu Injil Kerajaan Allah? Injil artinya kabar baik. Artinya berita kabar baik kalau Kerajaan Allah akan datang.

Tuhan Yesus Kristus mengatakan ‘Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.’ (Matius 24:30)

Injil kerajaan Allah yang diberitakan adalah tentang Tuhan Yesus datang, Dia hidup, Dia mati, Dia bangkit dan Dia akan datang lagi dengan Kerajaan-Nya dengan kuasa dan kemuliaan untuk menghakimi. Tuhan Yesus Kristus sendiri mengkhotbahan injil ini (Matius 4:17, Markus 1:14-15)

Para pelayan Allah, sekarang adalah waktunya untuk memberitakan injil Kerajaan. Injil tentang Yesus Kristus adalah berita datangnya Tuhan Yesus Kristus untuk menebus kita. Tetapi Injil Kerajaan adalah berita datangnya Kerajaan Allah dengan kuasa dan kemuliaan untuk menghakimi.

Mungkin ini terdengar aneh untuk mulai memberitakan injil Kerajaan karena akan adanya nanti pertanyaan, apa yang selama ini kita beritakan sampai saat ini? Tetapi pesan yang kita dengar bukan artinya salah, tetapi salah akan penekanan. Kita terlalu jauh dari makna injil yang benar yaitu tentang kayu salib, menyangkal diri kita untuk mengikuti Dia, berbalik dari yang jahat supaya  kita bisa lebih serupa dengan Dia. Kita telah membuat Injil tentang saya, bagaimana saya bisa mendapatkan apa yang baik untuk diri saya sendiri.

 

Dimana pesan tentang dosa dan pertobatan? Biasanya sudah dibungkam dan digantikan bagaimana saya diberkati, saya mendapatkan promosi, saya menjadi lebih kaya. Contoh, kita punya pemimpin pemimpin di gereja besar yang menolak mengatakan kalau homoseksualitas adalah dosa. Mereka lebih tertarik bagaimana mendapatkan bnayak orang untuk datang daripada kebenaran akan Allah. Kita memiliki gereja gereja yang nyaman untuk di dengar menolak untuk menyinggung dosa di gereja, bahkan hidup mereka banyak bertoleransi dengan dosa dan dosa dalam para pekerja mereka. Mereka telah memenangkan massa, tetapi kehilangan hadirat Tuhan.

Kita harus memberitakan injil asli tentang Kerajaan untuk mendapatkan pengurapan dari Hadirat-Nya. Ini mungkin artinya untuk membuat pesan yang berbeda, dimana Sundar mengatakan bagaikan ‘datangnya Kerajaan Allah dengan kuasa dan kemuliaan untuk menghakimi.”. Ini adalah pesan sederhana dari Matius 6:33, “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya.” Ini tentang datangnya kuasa sang Raja, mencari penghakiman-Nya supaya kita dapat berada lebih dekat lagi dalam kehendak-Nya.

Sebagai ilustrasi betapa jauhnya kita menyimpang, lihatlah bagaimana Rasul Paulus memberikan instruksi kepada orang orang percaya di Korintus bagaimana menghadapi para orang fasik yang tidak mau bertobat. Dia menegor mereka karena mentoleransi pencabulan dan memberikan mereka instruksi untuk menyerahkan mereka kepada Iblis  supaya binasa tubuhnya, tetapi rohnya diselamatkan. Dia memperingatkan kalau sedikit saja dosa, yang diumpamakan ragi, dapat merusak seluruh adonan. (1 Korintus 5:1-7)

Kapan terakhir kali gerejamu menghadapi dosa seperti yang diperintahkan Paulus, mengusir anggota yang tidak mau bertobat? Kapan terakhir kalinya gereja manapun melakukan ini? Saya telah menjadi orang percaya selama 30 tahun tetapi tidak pernah melihat ataupun mendengarnya. Mengusir orang yang tidak mau bertobat adalah cara terakhir setelah pertama menegor secara pribadi, tetapi ini adalah bagian dari injil asli bagaimana kejahatan memisahkan kita dari hadirat Tuhan (Matius 18:15-17)

Ada harga tinggi yang harus dibayar untuk berjalan dalam hadirat Allah, dan tidak semua rela membayarnya karena ini memerlukan untuk menghakimi dirimu lebih keras lagi supaya kita bisa lebih serupa dengan Dia (1 Petrus 4:17)

Sunder menjelaskan kalau injil Kerajaan adalah untuk “Mengumumkan datangnya Kerajaan Allah dengan kuasa untuk menghakimi.” Ini adalah pesan dari tujuh puluh pohon palem, angkatan baru pemimpin benar yang akan bangkit dan tidak akan kompromi dengan dosa. Mereka tidak akan menyimpang ke kiri atau ke kanan dalam jalan kebenaran karena mereka haus akan Tuhan. Ini adalah apa yang kita lewatkan, tetapi ini akan datang.

Kita mungkin belum mendengar banyak tetang ini sebelumnya tetapi saya percaya Tuhan telah mempersiapkan untuk ini selama bertahun tahun. Angkatan baru akan diutus, dimana kuasa dalam perkataan mereka akan membuat semua orang yang mendengar mereka mendapatkan teguran. Teguran mengarah kepada pertobatan yang akan mendatangkan lebih besar lagi hadirat Allah, menifestasi kemuliaan-Nya, yang dapat mengubah siapapun dan apapun yang tersentuh.

Saya setuju dengan Sundar, ini dimulai tahun ini. Pemutaran balik akan datang di 2017. Ini adalah Tahun Ketujuh Puluh.

(DITERJEMAHKAN OLEH: WWW.MENUJUABBA.COM -PESAN, WAHYU, NUBUAT, RAHASIA, PENGLIHATAN DAN PENGAJARAN TERLENGKAP DARI TUHAN YESUS KRISTUS DI AKHIR ZAMAN)

rapture




In an article posted in Neville Johnson’s May 2017 newsletter, Prophet Sadhu Sundar Selvaraj shared the following revelation he received from God regarding 2017.

On 10 December 2016, as I was waiting on God I saw in a vision the number 70. The Lord Jesus then told me, “Look out for this number 70. The coming New Year, 2017, will be The Year of the 70.”

I pondered much about this vision and was bemused about the significance of the number 70. The Holy Spirit then graciously spoke saying: “It signifies a Year of Turning Around.”

I further pondered: What does turning around mean? Again, the blessed Holy Spirit kindly explained in this manner: “When an airplane is about to depart, it will move out the gate where it is parked at the terminal. The plane then moves slowly towards the runway. When it reaches the runway, it will turn around and position itself on the runway to take off. That’s what this year of ‘turning around is. Things and events will turn around and wait to take off.” (See the complete newsletter)

And who is turning around and preparing for take off? It is not the unrighteous, nor the false church, but it is the righteous remnant. I saw this remnant arising in a dream last year. I saw them walking in a stronger presence of God than anything I have ever seen before, and it was because the cry of their heart was to be right with Him in every thought, word, and deed. They sought first the kingdom of God and His righteousness and all sorts of amazing things were being added to them. (Matthew 6:33)

Sundar confirmed what I saw with these great insights:

“Then they came to Elim, where there were twelve wells of water and seventy palm trees; so they camped there by the waters. (Exodus 15:27)

In Biblical typology, a palm tree signifies righteousness. It also signifies uprightness. (Jeremiah 10:5). Okay, hold that thought. Furthermore, the Bible tells us God selected 70 elders of Israel to come and see Him on Mount Sinai (Ex 24:1,9). These 70 elders were also filled with the Holy Spirit and prophesied (Numbers 11:16-25).

Putting these two together, this signifies that there is going to arise a new breed of ministers — church leaders who will be righteous and upright. These leaders will be filled with the last days anointing and will prophesy (Joel 2:28; Acts 2:27).

A new breed of ministers will rise up who will not lean to the right or to the left. They will be like the palm tree — upright in their ways before God. Their hearts, thoughts and deeds will be full of righteousness. There will not be any kind of deception seen in them. Their eyes will always be looking very straight at the Lord God. Their eyes will not look at evil. They will not gossip. Their lips will not speak about unnecessary things.

Not only that, these 70 elders of Israel also met with the Lord God on Mount Sinai. But on the nobles of the children of Israel, He did not lay His hand. So, they saw God and they ate and drank. (Exodus 24:11)

All of us will surely envy the privilege these 70 elders got — to eat with God. The original Hebrew Bible tells us, they drank wine with God. The word wine in Hebrew is yayin. In Hebrew gematria every word has a number. Surprisingly, yayin has a gematria value of 70. What does all this mean? This is the year to ascend—spiritually to meet with God. When you do, you will be invited to dine with the Lord (cf. Rev 3:20).

All young evangelists and young ministers of God, please take note: your time has now come to mount up on the horse and gallop. Your time has come to go up to the next level. You should not just sit where you are in your spiritual life. You should begin to climb one step higher in your relationship with God. The works that you do for God, your walk before God should go up one level higher. When you do that, then the hand of the Lord will be stretched out towards you to feed you with bread and wine.

The Lord would say to you: ‘Come on, take hold of My Hand, and let’s ascend up from where you are now to another level. Don’t stay at this level anymore.’” (See the complete newsletter)

Last week, I posted a prophetic word about a mighty outpouring of God’s presence coming in the year 2020. I believe what is coming is what I saw in my dream, but it did not come by chance, nor was it a sovereign move of God. It came because the remnant put a greater demand on heaven, hungering for more of Him, seeking Him above anything this world had to offer. So, we are not waiting on God to come to us. He is waiting on us to come to Him.

What Sadhu saw coming in 2017 with the plane turning around and getting ready for take off is what must happen to bring the mighty outpouring in 2020. A shift must come in us, a turning around, a greater level of hunger to get right with God, a greater revelation of areas we have not even realized we needed to make changes, a greater conviction of our own unrighteous ways, which will bring us to the place of repentance and establish us more firmly in the way of righteousness.

I believe we are going to hear a lot more about righteousness in the days to come. Sundar’s article confirms it by sharing the following word God gave him.

“I was very puzzled by the number 70. So, I prayed one night, “Lord, what does the number 70 signify?” Then in the middle of the night the Word of the Lord came to me, “A completion of fullness.” It means a perfect spiritual order carried out with full power. It also signifies: a period of judgment.

‘The time has now come,’ the Lord very strongly commanded me, ‘for the Gospel of the Kingdom to be preached.’ It is to announce the coming of God’s Kingdom with power to judge (Jude 14-16). The Lord Jesus significantly said that when the gospel of the kingdom is preached, then the end will come (Matt 24:14). That is the last sign—completion of fullness, that will take place before the coming of the King Jesus Christ.

The Word of the Lord came unto me early this year, ‘The days of grace will transit to the last days.’ Just like how the days of law came to an end when the Lord Jesus came and transited to the days of grace (Matt 11:13; Lk 16:16; Jn 1:17). Likewise, the days of grace is reaching its end and will transit to the last days (Heb 1:2).

When the Lord Jesus said that the time has now come to preach the Gospel of the Kingdom, honestly, I shuddered and trembled with fear. Because that is the last sign before the end of all things come. Interestingly, the Lord Jesus Christ also sent out 70 disciples to preach the Gospel of the Kingdom with power (Lk 10:1). Now, what is the Gospel of the Kingdom of God? Gospel means good news. It is the preaching of the good news that the Kingdom of God is coming.

The Lord Jesus Himself said, ‘Then the sign of the Son of Man will appear in heaven, and then all the tribes of the earth will mourn, and they will see the Son of Man coming on the clouds of heaven with power and great glory’. (Matthew 24:30)

The gospel of the kingdom of God is the preaching that the Lord Jesus came, He lived, He died, He rose again and He’s coming again with His kingdom in power and glory to judge. The Lord Jesus Himself preached that gospel (Matt 4:17; Mk 1:14-15).

Ministers of God, the time has now come to preach the gospel of the Kingdom. The gospel of Jesus Christ is the preaching of the coming of the Lord Jesus Christ to redeem us. But the gospel of the Kingdom is to preach the coming of the God’s Kingdom with power and glory to judge.”

It might sound strange to suggest we are about to start preaching the gospel of the Kingdom because it raises the question, what have we been preaching until now? The messages we hear today are not necessarily false, but it is a matter of wrong emphasis. We have strayed far away from the heart of the true gospel, which is the message of the cross, the message of denying ourselves to follow Him, turning away from any kind of unrighteousness so we might have more of Him. We have replaced it with a Me-gospel that has shifted the emphasis to what’s good for me.

Where is the message of sin and repentance? It has been largely silenced and replaced with messages on how to bless me, promote me, empower me, and enrich me. For example, we have leaders of mega-churches today who refuse to publicly call homosexuality a sin. They are more interested in getting large numbers of people to attend their meetings than the righteousness of God. We have seeker-friendly churches everywhere, refusing to call out sin in the church, even tolerating it in their own lives and the lives of their staff members. They have won the crowds, but lost the presence of God.

We must have the true gospel of the Kingdom to have the mighty outpouring of His presence. It’s going to require a different kind of message, which Sundar described as preaching “the coming of the God’s Kingdom with power and glory to judge.” It’s the simple message of Matthew 6:33, “Seek first the Kingdom of God and His righteousness.” It’s about coming under the dominion of the King, seeking His judgment so we can align ourselves more closely with His will.

To illustrate how far we have strayed, consider how the Apostle Paul instructed the Corinthian believers to deal with unrepentant sinners. He rebuked them for tolerating any kind of immorality and instructed them to deliver any unrepentant sinners to Satan for the destruction of their flesh, so their spirit would be saved. He warned them even the slightest bit of sin, which he compared to leaven, ruins the whole loaf. (1 Corinthians 5:1-7 NASB)

When was the last time your church confronted sin like Paul instructed, publicly kicking out a member who refused to repent? When was the last time any church anywhere did this? I have been a believer now for 30 years, but have not seen or heard of it. Kicking out unrepentant sinners is the last resort after first confronting them privately, but it is a necessary part of the true gospel message because unrighteousness separates us from God’s presence. (Matthew 18:15-17)

There is a high price to pay for walking in God’s presence, and not everyone is willing to pay it because it requires judging ourselves more severely so we can align ourselves with Him more fully. (1 Peter 4:17)

Sundar explained the gospel of the Kingdom is “to announce the coming of God’s Kingdom with power to judge.” This is the message of the seventy palm trees, a new breed of righteous leaders is arising who will refuse to compromise with sin. They will not stray to the left or right from the path of righteousness because they hunger for more of God. This is what we have been missing, but it is coming.

We might not have heard much about it before, but I believe God has been lining this up for many years. A new breed of messengers will begin to be sent forth, messengers of power whose words will cause conviction to fall on everyone who hears them. Conviction leads to repentance, which brings a greater outpouring of God’s presence, which is the tangible manifestation of His glory, which has the power to change everyone and everything it touches.

I agree with Sundar, it begins this year. A turning around is coming in 2017. This is the year of the seventy.

Iklan