Panduan Doa: Mendengar Suara Tuhan

Praying woman hands

 

“PANDUAN DOA”
**MENDENGAR SUARA TUHAN**

Selamat Pagi dan Salam Damai Sejahtera Sahabat..

Pada kesempatan ini saya mau berbagi dengan semua sahabat mengenai “Mendengar Suara Tuhan”, karena begitu pentingnya bagi kita sebagai anak-anak Tuhan mendengar suaraNya.

BERSAAT TEDUH DENGAN TUHAN

Tuhan banyak berbicara pada anak-anakNya. Tetapi sering kita tidak dapat MEMBEDAKAN atau MENGENAL suaraNya. Oleh sebab itu kita menjadi takut, gelisah dan tidak bertumbuh iman percaya kita.

Tetapi jika kita benar-benar mau belajar mendengar Dia, kemudian dapat mengenali suaraNya di dalam diri kita, maka perjalanan hidup kita dalam Roh akan menjadi mantap. Di dalam hadiratNyalah kita bertemu dengan Tuhan. Di dalam hadiratNyalah kita mendengar dan mengenali suaraNya. Puji Tuhan, semua ini karena kasih karuniaNya kepada kita.

TIGA HAL DASAR UNTUK BERKOMUNIKASI DENGAN TUHAN.

Pengalaman dari nabi Habakuk, ada tiga unsur yang dapat dipelajari bagi setiap anak Tuhan untuk mendengar suara Bapa.

Baca Habakuk 2:1-2
“Aku mau berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri tegak di menara, aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan difirmankan-Nya kepadaku, dan apa yang akan dijawab-Nya atas pengaduanku.
Lalu TUHAN menjawab aku…”

Habakuk ingin mendapatkan rhema dari Tuhan langsung di dalam hatinya supaya dia dapat mengerti penyebab kekacauan yang terjadi di sekitarnya :

1. Dia pergi kesuatu tempat yang tenang.
Dia menempatkan dirinya di sana dalam keadaan tenang. Roh dan jiwa yang tenang dan masuk dalam hadiratNya. Untuk menjadi tenang kuasailah diri kita, berimanlah dan kuduskan diri kita..! Sebab kita akan bertemu dengan Allah yang kudus. Lalu angkat pujian dan penyembahan pada Tuhan. Gunakan bahasa biasa dan bahasa Roh. Jadilah seorang yang sederhana dan ‘humble’, Tuhan tahu siapa diri kita.

2. Berjaga-jaga sambil mengawasi, menunggu.
Kata “Sapha” bahasa Ibrani yang berarti “sungguh-sungguh mengawasi, berjaga-jaga, waspada, berharap, menunggu Tuhan.

3. Catatlah penglihatan itu..!!
Setelah Tuhan memberikan jawaban, dalam bentuk penglihatan. Tuhan katakan CATATLAH, INGATLAH dan JANGAN LUPA. Miliki buku catatan harian. Perhatikan bahwa iman, ketekunan, kepekaan dan kepatuhan memegang peranan penting dalam mendengar suara Tuhan.

PENGAMAN DALAM MENDENGAR SUARA TUHAN

1. Kerendahan Hati.
Tanamkan kerendahan hati, semangat untuk menyangkal diri dan pikul salib, menjadi murid Yesus yang setia. Jangan bersikap “Tuhan beritahu aku”.. Semua pewahyuan harus diuji. Ingat..dalam mempelajari suatu hal yang baru tidak dapat dipungkiri sering kita melakukan kesalahan. Kita menerima semua ini sebagai suatu proses belajar dari Tuhan. Ujilah dengan Firman Tuhan. Carilah seorang kakak rohani yang Tuhan pimpin bagi kita dan sampaikan hal itu.

2. Alkitab Sebagai Standar Pengujian.
Kita harus rajin membaca Alkitab, dan memiliki dasar prinsip Firman Tuhan. Ingat.. pewahyuan dari Tuhan tidak mungkin bertentangan dengan Alkitab yang adalah Firman Tuhan.

3. Ujilah.
Mintalah karunia membedakan roh dari Tuhan. Tuhan senantiasa memberikan pewahyuan khusus bagi seseorang yang Ia percaya.
Contoh: untuk seorang Pemimpin Rohani, Tuhan memberikan pewahyuan, hikmat dan kemampuan untuk memimpin dan menggembalakan jemaat dengan baik.

Melalui pangalaman dalam saat teduh dengan Tuhan dan melalui 3 hal di atas maka kita akan semakin mapan dan dewasa dalam mengikut Tuhan. Pertumbuhan rohani kita sangat erat hubungannya dengan waktu-waktu saat teduh kita dengan Bapa di sorga.

Ada 8 cara Allah berbicara/menuntun kita, yaitu :

1. Alkitab (2 Tim. 3:15-16).
2. Roh Kudus berbicara pada roh kita (Kis. 8:29, Yoh. 14:26, Maz. 16:7).
3. Audible/suara nyata (1 Sam. 3:4, Kis. 9:3-6).
4. Mimpi/penglihatan (Kej. 28:10-15).
5. Malaikat (Kis. 8:26).
6. Nubuat (Kis. 21:10-11).
7. Nabi-nabi (2 Taw. 20:20).
8. Keadaan di sekitar kita (Rom. 1:20, 8:28).
Contoh: Kis. 27:4, 33-37, 44

Penghalang-Penghalang Untuk Mendengar Suara Tuhan :

1. Tidak percaya, ragu apakah akan didengar Tuhan.

2. Roh yang tidak berkembang (1 Kor.2:14, 3:3).

3. Tuli Rohani karena tidak memaafkan sehingga
ditindas oleh roh tuli dari si iblis (Mat. 18:21-35).

4. Hati nurani yang keras karena tidak taat dan melanggar hati nurani.

5. Lalai (Luk. 10:38-42). Tidak mempunyai waktu dengan Tuhan. Orang yang terlalu sibuk itu sebenarnya orang yang penuh dengan kekuatiran.

6. Dosa dan sikap hati yang salah.

Demikianlah Panduan Doa mengenai “Mendengar Suara Tuhani” yang bisa dibagikan pada kesempatan ini. Kiranya bermanfaat untuk kita praktekkan dalam kehidupan doa kita dengan membangun hubungan yang intim dengan Tuhan.

Selamat beraktifitas,
God Bless Us.

oleh: Emmy Emmely

Iklan