“Trump Sudah Dipilih Dua Tahun Yang Lalu”

hero_image_main_2

(Available in English)

Kesaksian hamba Tuhan, Joanie Stahl


Pada bulan Januari 2016, saya sedang duduk di meja resepsionis tempat saya sedang bekerja, seorang politisi terkemuka datang untuk meeting pribadi. Banyak tamu dari klub ini adalah anggota kongres dan anggota dewan. Ini adalah klub untuk orang orang elit di partai Republik.

Pada malam itu, agen rahasia datang ke meja depan dan berdiri cukup lama. Politisi terkemuka itu sedang meeting. Ini adalah prosedur yang normal. Biasanya tidak ada percakapan antara agen rahasia, dengan diriku dan yang lain. Mereka bersahabat, tetapi menjaga jarak dan sangat profesional.

will-smith

Tetapi pada malam itu, agen rahasia ini berdiri di mejaku dan mulai berbicara kepadaku. Saya menjadi gugup karena biasanya tidak begini. Dia bertanya kepadaku, “Jadi menurutmu siapa yang akan menjadi presiden berikutnya?”

Saya mulai merasakan kalau saya harus berhati hati tentang ini, tetapi saya menjawab “Saya tidak yakin, tetapi saya pikir Trump yang akan menang”

Dia menjawab “Ya benar si Trump. Dia sudah dipilih. Dia sudah dipilih dua tahun yang lalu. Kita semua sudah tahu.”

Saya duduk tidak tahu harus berbuat apa. Dan mengapa dia berbicara kepadaku, tentang ini dan kenapa jawabannya begitu. Jadi saya melihat ada celah, saya bertanya lebih lanjut, “Saya ingin bertanya, ada apa dengan Jade Helm 15 yang terjadi di tahun lalu?”

Dia menjawab, “Menurutmu untuk apa”

Saya sudah tahu jawabannya, tetapi saya tidak ingin terlihat demikian, jadi saya lebih berhati hati menjawabnya, “Saya tidak tahu, kami rakyat biasa diberitahu itu hanyalah latihan militer untuk pengontrolan sipil”

Dia berkata “Ya benar, untuk mengontrol sipil dan rakyat”

Saya bertanya lagi “Apakah akan ada darurat militer?”

Dia menjawab dengan cepat “Ya akan terjadi darurat militer, karena itulah tujuannya Jade Helm. Donald Trump sudah dipilih menjadi presiden berikutnya karena dia akan memperbaharui peraturan imigrasi. Setelah dilantik, dia akan melakukan sweeping imigrasi besar besaran, yang akan membuat kerusuhan besar. Disinilah situasi darurat militer akan dimulai. Di tempat tempat dimana dibutuhkan.”

Pertanyaanku harus sederhana supaya dia tidak tahu apa yang saya ketahui. Perlahan lahan dan lebih banyak saya berbincang, dia menjadi lebih serius dan terbuka. Dia berkata “Iran sudah siap untuk menghancurkan Israel.”

Saya lanjutkan pertanyaannya karena saya tidak tahu seberapa banyak waktu lagi saya miliki untuk terus bertanya “Baik, saya mau bertanya tentang kejatuhan ekonomi.” Dia menjawab dengan tegas “Bukan hanya kejatuhan ekonomi, tetapi akan terjadi bencana ekonomi besar besaran!”

“Benarkah? apakah akan separah itu?”

Dia jawab “Ya, akan lebih buruk dari yang semua orang bayangkan. Tidak ada yang bisa bersiap akan apa yang terjadi. Terlalu parah sehingga tidak ada siapapun yang bisa bersiap. Apakah kau sudah bersiap? Lebih baik mulai dari sekarang.”

Saya tanya “Berapa lama lagi? mingguan? atau bulanan?”

“Bulanan.”

“Apa kamu juga mempersiapkan untuk itu??”

Dia tersenyum, tidak menjawab awalnya. Kemudian dia menutup pembicaraan ini dengan mengatakan “Saya masih single, saya tidak perlu bersiap. Saya sudah mau meninggalkan negara ini dan dipindahkan ke Eropa.”

Dia begitu serius, sangat serius. Kemudian dia harus pergi. Saya tidak pernah melihatnya lagi dan saya sudah keluar kerja dari tempat itu. Saya percaya saya berada di sana untuk melihat dan mendengar apa yang Tuhan ingin saya dengar. Tuhan tahu siapa yang akan menjadi presiden berikutnya. Sebentar lagi kita akan melihatnya. Saya berbagi pembicaraan ini karena menurut saya menarik.

(DITERJEMAHKAN/POST OLEH: WWW.MENUJUABBA.WORDPRESS.COM -PESAN, WAHYU, NUBUAT, RAHASIA, PENGLIHATAN DAN PENGAJARAN TERLENGKAP DARI TUHAN YESUS KRISTUS DI AKHIR ZAMAN)

obama-new-world-order

sumber: http://www.z3news.com

At the first of the month in January 2016, while I sat at the front desk at the private club where I worked, a prominent political figure came in for a private meeting. Many guests of the club are congressmen and senators. It is basically a Republican elitist club.

On that night, a secret service agent came to the front desk and stood there the entire time. The prominent political official who was at the time Speaker of the House came in for a meeting. This is typical procedure. Normally, there are no real conversations between the secret service and myself or others. They are friendly, but distant and professional, which is to be expected.

But on that night this secret service agent who stood at my desk began talking to me. I was a little nervous because it was not typical. He began by asking me, “So who do you think will be the next president?”

I felt a sense of being cautious about this, but I answered, “I am not sure, but I think it will be Trump.”

He answered, “Oh it will be Trump. He has already been chosen. He was chosen two years ago. We all know it.”

I sat there feeling nervous and not knowing exactly what was happening. And why he would be even talking to me, especially about this in the way he answered. So I felt that there was an open door, so I decided to start asking him questions. Why not? If he did not want to answer then that was that. So I asked him, “So let me ask you a question. What about this Jade Helm 15 that went on all last year?”

He responded, “What do you think it is?”

I already knew the answer, but I wanted to approach lightly, so I replied ever so cautiously, “I don’t know. What we lowly people are being told is that it was just a military drill for perhaps civilian control.”

He said, “You’re right. It is for civilian control.”

I asked him, “Is there going to be martial law?”

He quickly answered back, “Yes there is going to be martial law, and that is exactly what Jade Helm is for.” He then went on. “You see Donald Trump was chosen to be the next president because of his immigration reform. When he is elected into office, the first thing he is going to do is do a massive immigration sweep, which will cause massive civil problems. And this will be when martial law will be initiated, but not everywhere. Only in areas where it will be needed at first.”

My questions were simple because I did not want to let him know what I knew, at first anyway. At times I let him know I did know some things in order to see how far he would go. In fact, the more I shared with him the things I knew, the more he grew serious and opened up.

Then he said, “Iran is getting ready to blow the hell out of Israel.”

I then moved on and wanted to ask him more because I did not know how much time I had or how long this window would be open. So I said, “Okay, so let me ask you another question. What about the coming economic collapse?”

He answered with a strong overt reply, “There is not going to be an economic collapse. There is going to be an economic catastrophe!”

I said, “Really? Is it really going to be that bad?”

He said, “Yes, it is going to much worse that anybody can imagine. No one is ready for what is coming. In fact it is going to be so bad there is really no way anybody is going to be able to prepare. Are you preparing? It might be wise for you to do so.”

I said, “For how long? Weeks, months?”

He answered, “Months.”

I asked him, “Are you preparing?”

He smiled, but didn’t answer at first. Then he finished our conversation by saying, “I am single, I don’t need to prepare. Plus, I am getting out of this country and transferring to Europe.”

He was serious, dead serious. Then he had to go. I never saw him again and I no longer work at that place. I believe I was there to see the things I did, and to hear what God wanted me to hear. God knows who will be our next president. This we know for sure. And we will shortly see. But it was an interesting conversation, so I thought it worth sharing.

Iklan